A.
Harga pembelian, harga penjualan, untung dan rugi
Dalam kehidupan sehari-hari sering kali kita menjumpai atau melakukan kegiatan jual beli atau perdagangan. Dalam perdagangan terdapat penjual dan pembeli. Jika kita ingin memperoleh barang yang kita inginkan maka kita harus melakukan pertukaran untuk mendapatkannya.
Dalam proses jual beli atau perdagangan, seorang pedagang bisa mengalami
untung, rugi atau impas. Kriteria penentuan untung,
rugi, atau impas ditinjau dari harga beli dan harga jual adalah sebagai berikut
:
1. Jika harga Jual lebih besar (>) dari
harga Beli, maka dikatakan Untung 2. Jika harga Jual lebih kecil (<) dari harga Beli, maka dikatakan Rugi
3. Jika harga Jual sama dengan (=) harga Beli, maka dikatakan Impas.
1.
Untung
perhatikan contoh berikut:
Pak Budi membeli sebidang tanah dengan harga Rp 11.000.000,- kemudian karena ada suatu
leperluan pak Umar menjual kembali sawah tersebut dengan harga Rp 12.500.000,-.
Ternyata harga penjualan lebih besar dibanding harga pembelian, berarti pak Umar mendapat untung.
Selisih harga penjualan dengan harga pembelian
=Rp 12.500.000,- – Rp 11.000.000,-
=Rp 1.500.000,-
Jadi pak Budi mendapatkan untung sebesar Rp 1.500.000,-
perhatikan contoh berikut:
Pak Budi membeli sebidang tanah dengan harga Rp 11.000.000,- kemudian karena ada suatu
leperluan pak Umar menjual kembali sawah tersebut dengan harga Rp 12.500.000,-.
Ternyata harga penjualan lebih besar dibanding harga pembelian, berarti pak Umar mendapat untung.
Selisih harga penjualan dengan harga pembelian
=Rp 12.500.000,- – Rp 11.000.000,-
=Rp 1.500.000,-
Jadi pak Budi mendapatkan untung sebesar Rp 1.500.000,-
kesimpulan:
Penjual dikatakan untung jika jika harga penjualan lebih besar dibanding dengan harga pembelian.
Penjual dikatakan untung jika jika harga penjualan lebih besar dibanding dengan harga pembelian.
Untung = harga jual – harga beli
2.
Rugi
Ruri membeli radio bekas dengan harga Rp 150.000,- radio itu diperbaiki dan
menghabiskan biaya Rp 30.000,- kemudian Ruri menjual radio itu dan terjual
dengan harga Rp 160.000,-
Modal (harga pembelian) = Rp 150.000,- + Rp 30.000,-
= Rp 180.000,-
Harga penjualan = Rp 160.000,-
Ternyata harga jual lebih rendah dari pada harga harga pembelian, jadi Ruri mengalami rugi.
Selisih harga pembelian dan harga penjualan:
=Rp 180.000,- – Rp 160.000,-
=RP 20.000,-
Modal (harga pembelian) = Rp 150.000,- + Rp 30.000,-
= Rp 180.000,-
Harga penjualan = Rp 160.000,-
Ternyata harga jual lebih rendah dari pada harga harga pembelian, jadi Ruri mengalami rugi.
Selisih harga pembelian dan harga penjualan:
=Rp 180.000,- – Rp 160.000,-
=RP 20.000,-
Kesimpulan
:
rugi
jika harga penjualan lebih rendah dibanding harga pembelian.
Rugi = harga beli – harga jual
Rugi = harga beli – harga jual
3.
Harga pembelian dan harga penjualan
Telah dikemukakan bahwa besar
keuntungan atau kerugian dapat dihitung jika harga penjualan dan harga
pembelian telah diketahui.
Dapat diturunkan 4 rumus dari untung dan rugi
1. Harga jual = Harga beli + Untung
Dapat diturunkan 4 rumus dari untung dan rugi
1. Harga jual = Harga beli + Untung
=
Harga beli - Rugi
2. Harga beli = Harga jual – Untung
= Harga jual + Rugi
= Harga jual + Rugi
B.
Persentase untung dan rugi
- Rumus menentukan persen keuntungan
Untung x 100 %
harga pembelian
- Rumus menentukan persent kerugian
Rugi x 100 %
harga pembelian
Contoh :
a). Seorang bapak membeli sebuah mobil seharga Rp 50.000.000, karena sudah bosan dengan mobil tersebut maka mobil tersebut dijual dengan harga Rp 45.000.000,.Tentukan persentase kerugiannya!
Jawab:
Harga beli Rp 50.000.000
Harga jual Rp 45.000.000
Rugi = Rp 50.000.000 – Rp 45.000.000
= Rp 5.000.000
% Rugi = Rugi x 100 %
harga pembelian
= Rp 5.000.000 x 100 %
Rp 50.000.000
= Rp 10 %
Jadi besar persentase kerugiannya adalah 10 %.
= Rp 10 %
Jadi besar persentase kerugiannya adalah 10 %.
b). Seorang pedagang membeli gula 5 kg dengan harga Rp 35.000, kemudian dijual dengan harga Rp 45.000, Berapakah besar persentase keuntungan pedagang tersebut?
Jawab:
Harga beli Rp 35.000,
Harga jual Rp 45.000,
Untung = Rp 45.000 – Rp 35.000
= Rp 10.000
% Untung = Untung x 100 %
harga pembelian
= Rp 10.000 x 100 %
Rp 35.000
= Rp 10 %
= Rp 10 %
= 28,6 %
Jadi persentase keuntungan adalah 28,6 %
C. Rabat(diskon), bruto, tara, dan neto
1. Rabat
Rabat adalah potongan harga atau lebih dikenal dengan diskon.
Contoh:
Sebuah toko memberikan diskon 15 %, budi membeli sebuah rice cooker dengan harga Rp 420.000. berapakah harga yang harus dibayar budi?
Jawab:
Harga sebelum diskon = Rp 420.000
Potongan harga = 15 % x Rp 420.000 = Rp 63.000
Harga setelah diskon = Rp 420.000 – Rp 63.000 = Rp 375. 000
Jadi budi harus membayar Rp 375.000
Berdasarkan contoh diatas dapat diperoleh rumus:
Harga
bersih = harga kotor – Rabat (diskon)
Harga
kotor adalah harga sebelum didiskon
Harga bersih adalah harga setelah didiskon
Harga bersih adalah harga setelah didiskon
2.
Bruto, Tara, dan Neto
Dalam sebuah karung yang berisi pupuk tertera tulisan berat bersih 50 kg sedangkan berat kotor 0,08 kg, maka berat seluruhnya = 50kg + 0,08kg=50,8kg.
Berat karung dan pupuk yaitu 50,8 kg disebut bruto(berat kotor)
Berar karung 0,08 kg disebut disebut tara
Berat pupuk 50 kg disebut berat neto ( berat bersih)
Jadi hubungan bruto, tara, dan neto adalah:
Dalam sebuah karung yang berisi pupuk tertera tulisan berat bersih 50 kg sedangkan berat kotor 0,08 kg, maka berat seluruhnya = 50kg + 0,08kg=50,8kg.
Berat karung dan pupuk yaitu 50,8 kg disebut bruto(berat kotor)
Berar karung 0,08 kg disebut disebut tara
Berat pupuk 50 kg disebut berat neto ( berat bersih)
Jadi hubungan bruto, tara, dan neto adalah:
- Neto = Bruto – T ara
- Tara = Persen Tara x Bruto
- Harga bersih = neto x harga persatuan berat
1. Bunga tabungan (Bunga Tunggal)
Jika kita menyimpan uang dibank jumlah uang kita akan bertambah, hal itu terjadi karena kita mendapatkan bunga dari bank. Jenis bunga tabungan yang akan kita pelajari adalah bunga tunggal, artinya yang mendapat bunga hanya modalnya saja, sedangkan bunganya tidak akan berbunga lagi. Apabila bunganya turut berbunga maka jenis bunga tersebut disebut bunga majemuk.
Contoh:
Rio menabung dibank sebesar Rp 75.000 dengan bunga 12% per tahun. Hitung jumlah uang rio setelah enam bulan.
Jawab:
Besar modal (uang tabungan) = Rp 75.000
Bunga 1 tahun 12 % = 12 x Rp 75.000
100
= Rp 9.000
Bunga 6 bulan = 1/2 x Rp 9.000
= Rp 4500
Jadi jumlah uang Rio setelah disimpan selama enam bulan menjadi:
= Rp 75.000 + Rp 4500
= Rp 79.500
= Rp 9.000
Bunga 6 bulan = 1/2 x Rp 9.000
= Rp 4500
Jadi jumlah uang Rio setelah disimpan selama enam bulan menjadi:
= Rp 75.000 + Rp 4500
= Rp 79.500
disimpulkan :
a. Rumus-rumus pada
bunga harian
1. Bunga(Rp) = (Modal x waktu x bunga(%)) / (360x100)
2. Waktu = ( Bunga yang diterima(Rp) / Bunga dalam setahun(Rp) ) x 360
3. Modal = (Bunga(Rp) x 360 x 100 )/ Waktu x bunga(%)
b. Rumus pada Bunga Bulanan
1. Bunga (Rp) =( Modal x waktu x bunga(%) ) / (12 x 100)
2. Waktu ( bulan ) =(Bunga yang diterima / Bunga dalam setahun)x 12
3. Modal = (Bunga(Rp) x 12 x 100) / waktu bunga(%)
c. Rumus pada Bunga Tahunan
1. Bunga(Rp) =( Modal x Waktu x Bunga(%) ) / 100
2. Waktu (tahun) = Bunga yang diterima / Bunga dalam setahun
3. Modal =( Bunga(Rp) x 100 )/ (Waktu x Bunga(%) )
Bunga (dalam %) =(bunga setahun / modal) x 100%
2. Pajak
Pajak adalah statu kewajiban dari masyarakat untuk menterahkan sebagian kekayaannya pada negara menurut peraturan yan di tetapkan oleh negara. Pegawai tetap maupun swasta negeri dikenakan pajak dari penghasilan kena pajak yang disebut pajak penghasilan (PPh). Sedangkan barang atau belanjaan dari pabrik, dealer, grosor, atau toko maka harga barangnya dikenakan pajak yang disebut pajak pertambahan nilai (PPN).
Contoh :
Seorang ibu mendapat gaji sebulan
sebesar Rp 1.000.000 dengan penghasilan tidak kena pajak Rp 400.000. jira besar
pajak penghasilan (PPh) adalah 10 % berapakah gaji yang diterima ibu tersebut?
Jawab
Diketahui: Pesar penghasilan Rp
1.000.000Jawab
Penghasilan tidak kena pajak Rp 400.000
Pengahasilan kena pajak = Rp 1.000.000 – Rp 400.000
= Rp 600.000
Pajak penghasilan 10 %
Ditanya: gaji yang diterima ibu tersebut
Jawab:
Besar pajak penghasilan = 10 % x Rp 600.000
= x Rp 600.000
= Rp 60.000
Jadi besar gaji yang diterima ibu tersebut adalah
= Rp 1.000.000 – Rp 60.000
= Rp 940.000
Tidak ada komentar:
Posting Komentar